30
Nov

Aplikasi ICT dalam Psikologi (Software pendukung)

   Posted by: Firdaus Muttaqin   in Uncategorized

1.E – Counselling Psikologi Zone

Konsultasi Psikologi Zone adalah layanan tanya jawab psikologi berbasis e-counseling, yaitu konseling yang dilakukan melalui media internet. Layanan ini bersifat rahasia, dan tidak mengikat. Fungsinya ,engetahui tentang gejala-gejala yang ditanyakan, mempermudah mencari informasi. Jika teman – teman tertarik silahkan ini linknya http://www.psikologizone.com/konsultasi

2.Computer Assisted Counseling (CAC)

adalah software atau aplikasi konseling mandiri yang membantu konseli untuk mudah mendapatkan penyelesaian masalah yang dialami meskipun tidak perlu bertemu dengan konselor, juga mempermudah mendapatkan penyelesaian masalah yang dialami meskipun tidak perlu bertemu dengan konselor

silahkan ini linknya  http://sourceforge.net/directory/development/translation/os:windows/freshness:recently-updated/

3.DIC fingerprint

adalah suatu sistem analisa sidik jari yang bertujuan untuk mengungkapkan potensi genetik seseorang dalam kaitan dengan bakat, kecerdasan, kecenderungan karakter dan motivasi

penjelasan lain bisa dilihat di http://tasija.wordpress.com/2010/09/20/dic-fingerprint/

4.Test MBTI

adalah salah satu program tes yang berguna untuk mengetahui bagaimana tipe kepribadian seseorang, pekerjaan apa yang sesuai dengan tipe kepribadiannya, dan saran-saran yang bermanfaat untuk pengembangan diri kita selanjutnya mengetahui bagaimana tipe kepribadian seseorang, pekerjaan apa yang sesuai dengan tipe kepribadiannya

Materi :

http://psikoteskomputer.blogspot.com/2013/09/software-mbti.html

Software:

http://psikoteskomputer.blogspot.com/2013/09/software-mbti.html

5.test DISC (Dominance, Influence, Steadiness dan Compliance)

adalah sebuah alat untuk memahami tipe tipe perilaku dan gaya kepribadian, mengetahui gambaran umum tentang gaya, perilaku seseorang selengkap mungkin dan keterampilan dan kemampuan

Software: http://tesdisconline.blogspot.com/

6.Test IST

merupakan salah satu tes psikologi untuk mengukur tingkat intelegensi seseorang. IST (Intelligenz – Struktur – Test)                Mengetahui dan mengukur lebih tingkat intelegensi seseorang

Software:

http://psikoteskomputer.blogspot.com/2013/09/software-ist.html

7. Psikotest Online

merupakan latihan menghadapi ujian psikotes yang dilakukan secara online yang tidak berbayar alias gratis, siap lebih dini dalam menghadapi berbagai hal, mengetahui kondisi kejiwaan (psikologi) dari orang yang di tes dari beragam sisi baik itu dari sisi kecerdasan, sikap, serta kepribadiannya bisa di ketahui melalui psikotes.

 http://soalpsikotesonline.blogspot.com/

 

http://www.bukagoogle.com/2013/08/kumpulan-soal-latihan-tes-psikotes.html

Software:

http://www.psikotesonline.com/

8. Minesota Multiphosic Personality Inventory (MMTI)

Tes Psikologi yang menilai dari kepribadian dan psikopatologi, menguji orang – orang yang memiliki masalah klinis

http://mmpi-a-interpretive-system.software.informer.com/3.1/

9.Tes WPT (The Wonderlic Personnel Test)

uji atas kemampuan kognitif sering diartikan sebagai intelegensi umum dan digunakan untuk mengukur kemampuan individu dalam belajar, memahami instruksi, serta memecahkan masalah. Mengetahui  dan mengukur kemampuan individu dalam belajar, memahami instruksi, serta memecahkan masalah, untuk menilai kemampuan calon karyawan untuk belajar dan pemecahan masalah dalam berbagai jenis pekerjaan.

Software :

http://psikoteskomputer.blogspot.com/2013/09/software-wpt.html

http://softwarepsikotes.net/tes-wpt/

10. SPSS

adalah aplikasi pengolah data statistika, softwarenya bisa di download disini

 

 

30
Nov

ICT dan Psikologi itu berhubungan

   Posted by: Firdaus Muttaqin   in Uncategorized

Pembelajaran pada hakekatnya mempersiapkan peserta didik untuk dapat menampilkan tingkah laku hasil belajar dalam kondisi yang nyata, atau untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupannya. Untuk itu, pengembang program pembelajaran selalu menggunakan teknik analisis kebutuhan belajar untuk memperoleh informasi mengenai kemampuan yang diperlukan peserta didik. Bahkan setelah peserta didik menyelesaikan kegiatan belajar selalu dilakukan analisis umpan balik untuk melihat kesesuaian hasil belajar dengan kebutuhan belajar.

Zaman sekarang ini telah banyak bermunculan teknologi yang sangat bermanfaat untuk kita semua itu dikemas dengan nama TIK atau ICT. Perkembangan ini harus dibarengi dengan mental yang kuat dari manusia yang akan menggunakan teknologi tersebut.

Lalu seperti apa hubungan TIK dengan Psikologi, akan dibahas dibawah ini:

1. Psikologi Pendidikan dan Media Pembelajaran
Media pembelajaran merupakan salah satu komponen pendukung keberhasilan proses belajar mengajar (Sunarno, 1998). Komputer termasuk salah satu media pembelajaran. Pengunaan komputer dalam pembelajaran merupakan aplikasi teknologi dalam pendidikan. Pada dasarnya teknologi dapat menunjang proses pencapaian tujuan pendidikan. Namun sementara ini, komputer sebagai produk teknologi khususnya di sekolah-sekolah kurang dimanfaatkan secara optimal, hanya sebatas word processing saja. Kini yang perlu diperhatikan adalah bagaimana menjadikan teknologi (komputer) dapat bermanfaat bagi kemajuan pendidikan.
Di lapangan, sistem penyajian (materi) melalui komputer dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti : hyperteks, simulasi–demontrasi ataupun tutorial. Tiap-tiap sistem memiliki keistimewaan masing–masing. Sangat menarik jika keunggulan masing–masing sistem tersebut digabungkan ke dalam satu bentuk model yang dapat digunakan dalam pembelajaran sehingga proses belajar mengajar akan lebih berkesan dan bermakna.
Media pembelajaran sekarang bukan hanya sekedar alat bantu bagi guru dalam menyampaikan materi-materi pembelajaran di sekolah. Media pembelajaran ini manfaatnya sangat luas, dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki peserta didik, melampaui batas ruang dan waktu, dapat membangkitkan motivasi belajar peserta didik. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran juga dapat meningkatkan kemampuan peserta didik untuk mengakses teknologi informasi dan komunikasi dan mempunyai ketrampilan dalam mengaplikasikannya.
Contoh penggunaan komputer dalam proses belajar. Keterampilan dalam menggunakan komputer sangat dibutuhkan peserta didik untuk hidup dalam kehidupannya di masa kini dan masa yang akan datang. Dalam perkuliahan psikologi pendidikan, selain menggunakan berbagai media seperti proyektor, laptop, dan wi-fi, kita sebagai mahasiswa juga diharuskan mempunyai blog sendiri. Dengan begitu, semua mahasiswa diharuskan membuat dan mampu mengaplikasikan blog tersebut. Dari tugas individu maupun tugas kelompok, materi kuliah dan berbagai info lainnya dapat diakses dari blog.

2. Psikologi Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran

Teknologi pendidikan yang juga dikenal sebagai teknologi pembelajaran adalah studi dan etika praktik dalam memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan menciptakan, menggunakan, dan mengatur proses dan sumber teknologi yang tepat. Istilah teknologi pendidikan sering diasosiasikan dengan teori instruksional dan teori belajar. Teknologi instruksional meliputi proses dan sistem belajar dan instruksi, sedangkan teknologi pendidikan berkaitan dengan segala sistem yang digunakan dalam proses perkembangan kemampuan manusia.
Dengan semakin berkembangnya teknologi mempengaruhi proses belajar mengajar di dunia pendidikan. Teknologi memberikan kemudahan baik bagi pengajar maupun peserta didik dalam mengakses informasi pembelajaran.
Teknologi ini tidak hanya terpaku pada proses belajar secara e-learning akan tetapi proses belajar secara tatap muka (face to face) juga bisa dianggap sebagai pemanfaatan dari teknologi tergantung dari alat maupun fasilitas yang digunakan. Teknologi dapat berupa teknologi cetak, teknologi audio-visual, teknologi berbasis komputer, teknologi terpadu.
Dengan adanya pemanfaatan teknologi secara efektif akan dapat menunjang proses belajar mengajar karena bahan ajar tidak hanya terpaku pada kurikulum yang berlaku, para peserta didik juga dapat mengembangkan kemampuan kognitif mereka karena proses pembelajaran yang didapat tidak hanya dari institusi-institusi tertentu.
Tiga teori utama yang merupakan dasar dalam teknologi pendidikan antara lain :
1.         Behaviorisme
2.         Kognitivisme
3.         Konstruktivisme

3. Hubungan Psikologi Pendidikan dengan Teknologi Pembelajaran
Media berasal dari bahasa latin, asal kata jamaknya adalah medium. Medium arti sederhananya adalah ANTARA. Kembali ke istilah belajar. Belajar terjadi ketika ada interaksi dengan sumber belajar (mengalami). Untuk berinteraksi dengan sumber belajar, tentunya perlu “makelar” alias “perantara”. Disitulah peran penting diperlukannya apa yang dinamakan MEDIA. Tentu saja, dalam hal ini adalah media pembelajaran. Dengan demikian, karena dalam proses pembelajaran terjadi proses komunikasi atau interaksi antara orang yang belajar dengan aneka sumber belajar, maka agar komunikasi atau interaksi tersebut terjadi secara optimal dibutuhkan media pembelajaran yang relevan tentunya.
Teknologi pendidikan memegang peran yang penting, terutama setelah berkembangnya TIK, dimana komputer menjadi bagian integral didalamnya. Teknologi pendidikan merupakan pengembangan, penerapan, dan penilaian sistem-sistem, teknik-teknik dan alat-alat baru untuk memperbaiki proses pembelajaran.
Perlu diingat, teknologi tidak akan menggantikan guru. Teknologi pembelajaran, sebenarnya memiliki posisi dan peran sebagai pengembang multimedia pembelajaran yang bermutu. Tentu saja bekerjasama dengan pihak lain.
Implementasi teknologi di bidang pendidikan perlu diintegrasikan ke dalam perencanaan (master plan) terhadap semua aspek pengembangan pendidikan secara seimbang (bukan secara proyek). Sering pengumuman yang muncul di media mengenai teknologi di arena pendidikan kelihatannya kurang menilaikan penelitian dan pengalaman di dunia pendidikan. Kasus-kasus teknologi dan pendidikan tertentu kelihatannya juga diankat sebagai solusi umum.Memang kita wajib untuk mencari solusi yang kreatif, tetapi kita juga wajib untuk belajar dari pengalaman-pengalaman yang ada di dunia supaya kita tidak hanya mengulangkan kegagalan negara lain.
Dengan mengkombinasikan soft-technology (seperti strategi, metode pembelajaran) yang tepat dengan hard-technology yang ada, maka seorang pengajar dapat menyulap proses pembelajaran menjadi suatu pembelajaran yang menarik dan efektif (tujuan tercapai). Dalam hal ini, bukan teknologi yang membuat suatu pembelajaran berhasil, tapi ketepatan menerapkan teknologi itulah yang menyebabkan suatu pembelajaran berhasil dengan baik.

PEMANFAATAN TIK DALAM PENDIDIKAN BERKARAKTER

Pendidikan karakter sangat penting dalam rangka pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, bermartabat, dan berkarakter, sehingga perlu benar-benar dijaga agar pemanfaatan TIK tidak mengganggu pembentukan karakter peserta didik, melainkan justru mendukungnya. Mengapa? Karena tidak ada gunanya mendidik anak menjadi sangat pintar tetapi karakternya buruk dan/atau lemah, sehingga justru dengan kepandaiannya tersebut kelak mereka akan membuat kerusakan/kejahatan atau menimbulkan kerugian, baik bagi diri sendiri, bagi masyarakat, maupun bagi bangsa. Oleh sebab itu, pemanfaatan TIK dalam pendidikan perlu dirancang, direncanakan, dilaksanakan, dan dinilai dalam rangka mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya seperti diuraikan di atas. Menurut Suwarsih Madya, (2011), untuk menjaga agar pemanfaatan TIK tetap memberikan kontribusi signifikan terhadap (1) pengembangan peserta didik menjadi manusia berkarakter dan berkecerdasan intelektual dan (2) pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan terkait, hendaknya diterapkan prinsip-prinsip berikut:
1)    Pemanfaatan TIK dalam pendidikan sebaiknya mempertimbangkan karaktersitik peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan dalam keseluruhan pembuatan keputusan TIK.
2)    Pemanfaatan TIK sebaiknya dirancang untuk memperkuat minat dan motivasi pengguna untuk menggunakannya semata guna meningkatkan dirinya, baik dari segi intelektual, spiritual (rohani), sosial, maupun ragawi.
3)    Pemanfaatan TIK sebaiknya menumbuhkan kesadaran dan keyakinan akan pentingnya kegiatan berinteraksi langsung dengan manusia (tatap muka), dengan lingkungan sosial-budaya (pertemuan, museum, tempat-tempat bersejarah), dan lingkungan alam (penjelajahan) agar tetap mampu memelihara nilai-nilai sosial dan humaniora (seni dan budaya), dan kecintaan terhadap alam sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa.
4)    Pemanfaatan TIK sebaiknya menjaga bahwa kelompok sasaran tetap dapat mengapresiasi teknologi komunikasi yang sederhana dan kegiatan-kegiatan pembelajaran tanpa TIK karena tuntutan penguasaan kompetensi terkait dalam rangka mengembangkan seluruh potensi siswa secara seimbang.
5)    Pemanfaatan TIK sebaiknya mendorong pengguna untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif sehingga tidak hanya puas menjadi konsumen informasi berbasis TIK.
Selanjutnya, agar penerapan pendidikan karakter melalui TIK dapat berjalan secara efektif dalam mencapai tujuannya, para guru hendaknya mampu memberikan materinya dengan cara-cara yang interaktif, dan mampu membuat para peserta didiknya menjadi kreatif. Proses pembelajarannya pun harus menjadi menyenangkan dan bermakna. Dalam konteks tersebut, peran guru dalam proses interaksi pembelajaran hendaknya tidak terlalu dominan, tetapi lebih sering berperan sebagai fasilitator dan motivator pembelajaran. Dengan kata lain, pembelajaran tidak berpusat pada guru, tetapi lebih berpusat pada peserta didik atau lebih menempatkan peserta didik sebagai subyek didik daripada sebagai obyek didik.
Lebih lanjut, dalam proses pelaksanaan pembelajaran melalui TIK, peserta didik tidak hanya digiring sebatas untuk mencari dan memperoleh informasi saja, tetapi juga diarahkan agar memiliki kemampuan untuk menciptakan informasi di internet. Dengan kata lain, dalam proses pembelajaran melalui TIK, peserta didik harus diarahkan untuk mampu menjadi produsen pengetahuan, dan bukan hanya sebatas menjadi konsumen pengetahuan atau penikmat teknologi saja, sehingga dapat membawa perubahan yang lebih positif bagi peserta didik. Agar bisa menjadi produsen pengetahuan, maka budaya baca dan tulis menulis harus benar-benar dilatihkan melalui pemanfaatan TIK secara benar. Para guru pun harus belajar ngeblog agar mampu memberikan keteladanan kepada para peserta didiknya. Dengan ngeblog, para guru dan siswa akan menjadi terbiasa menulis. Sebagaimana pepatah yang mengatakan bahwa “satu kali contoh keteladanan lebih baik daripada 1000 kali perkataan.” Para guru harus mampu memberikan contoh yang baik dalam memanfaatkan TIK khususnya internet secara sehat dan produktif. Dengan begitu mereka akan melihat keteladanan dari gurunya dalam pemanfatan TIK di sekolah. Para peserta didik pun pada akhirnya akan mengikuti pula dalam menjalankan internet sehat dengan hati yang sehat pula. Hati yang sehat didapat dari pembinaan pendidikan budaya dan karakter yang terus dikembangkan oleh para guru.
Dalam memanfaatkan TIK, perlu juga ditanamkan rasa malu dalam diri peserta didik dan aturan yang tegas agar anak-anak:
(a)    tidak bersentuhan dengan pornografi,
(b)    tidak melakukan plagiasi, dan
(c)    tidak dibiarkan untuk terus menerus mengkonsumsi games atau permainan online lainnya di internet yang mengasyikkan. Jika kita biarkan anak didik kita hanya menkonsumsi game online secara terus menerus, maka kita akan menghasilkan sebuah generasi para gamer, dan bukan programer, yaitu sebuah generasi yang mampu menciptakan berbagai games atau permainan yang mengasyikkan. Progamer sangat kita perlukan dalam membuat konten-konten edukatif. Dengan begitu pendidikan ini akan maju dan sejajar dengan negara lainnya. Dalam proses pembelajaran TIK, hendaknya peserta didik tidak hanya diarahkan untuk kelas operator saja tetapi menjadi programer aktif yang membuat mereka kreatif dalam membuat program-program inovatif yang dapat dibanggakan. Lihatlah Fahma, sosok penemu software termuda di dunia. Dia terlahir dari anak Indonesia yang bertempat tinggal di kota Bandung. Itulah salah satu contoh dimana pendidikan budaya, dan karakter terintegrasi dengan TIK dalam proses pembelajarannya. TIK harus benar-benar dimanfaatkan dengan tujuan para peserta didik mampu mendengarkan dengan baik, berbicara, membaca, dan menulis. Dengan begitu mereka akan mampu menyampaikan pesannya kepada khalayak ramai dan membuat diri mereka menjadi orang hebat luar biasa karena memiliki kemampuan berbahasa secara baik. Semua hal di atas itu harus terintegrasikan dalam pendidikan karakter yang berbasis TIK.

Budaya baca yang mulai hilang dari dunia anak-anak kita harus sudah digiatkan kembali dengan konten-konten edukasi yang dibuat sendiri oleh para guru melalui blog atau website sekolah. Di sinilah para guru harus mampu menulis, dan membuat para peserta didiknya menjadi gemar membaca. Konten-konten atau materi pelajaran itu bisa dimasukkan dalam server aplikasi MOODLE atau Blog yang berbasis Content Management System (CMS). Di tempat itu, para guru dapat kreatif membuat sendiri media pembelajarannya. Para guru pun dapat membuat tes atau ujian secara online. Alangkah indahnya jika para peserta didik kita mampu berinternet secara sehat, menyebarkan berita dengan benar, dan mampu menceritakan pengalamannya yang mengesankan dalam blog-blog mereka. Dengan begitu kemampuan menulis mereka pun akan terasah dengan baik, karena sering menulis di blog. Selanjutnya, agar pendidikan karakter dapat berjalan secara komprehensif dalam proses pendidikan di sekolah, maka penerapan pendidikan karakter di sekolah perlu memegang prinsip-prinsip sebagai berikut:
1)    Berkelanjutan mengandung makna bahwa proses pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa merupakan sebuah proses panjang dimulai dari awal peserta didik masuk sampai selesai dari suatu satuan pendidikan.
2)    Melalui semua mata pelajaran, pengembangan diri, dan budaya sekolah.
3)    Nilai tidak diajarkan tapi dikembangkan mengandung makna bahwa materi nilai-nilai budaya dan karakter bangsa bukanlah bahan ajar untuk pembelajaran biasa.
4)    Proses pendidikan dilakukan peserta didik secara aktif dan menyenangkan.

 

source : http://fs-galery.blogspot.com/2012/06/makalah-peranan-psikologi-pendidikan.html

30
Nov

Introduction

   Posted by: Firdaus Muttaqin   in Uncategorized

hola,
los sobrevivientes reunieron todos

Sebelum kita belajar dan bersenang – senang disini maka saya akan terlebih dahulu memperkenalkan diri saya karena merujuk kata peribahasa tak kenal maka tak sayang hehe. Nama saya Firdaus Muttaqin yang artinya “surga bagi orang yang bertaqwa” amiiinnnn. Nama itu diberikan ibu saya sewaktu saya lahir hehe. Saya anak pertama dari empat bersaudara dengan urutam Saya – Adik perempuan _ adik laki – laki –  adik perempuan.

Saya mahasiswa semester pertama di Universitas Pendidikan Indonesia jurusan Psikologi, yang insyaallah lulus 4 tahun kedepan, amiiinnnn. Awalnya kenapa memutuskan masuk ke Psikologi adalah ingin merubah diri saya terlebih dahulu, ingin merubah proses berpikir, ingin mengetahui prose perubahan mental, dll. Jadi selagi menuntut ilmu juga bisa sekalian “berobat jalan”.

Ditanya masalah hobi sebenarnya bisa dibilang banyak dan cukup mainstream dizaman sekarang yaitu main futsal, main bola, baca komik, nonton film (kadang suka berpikir kapan belajarnya ya ? haha) tapi tetep dari hobi itu bisa dapet manfaat yang akan berguna di hidup saya.

Masalah cita – cita berarti masalah goals hidup, dan goals hidup saya adalah mejadi seorang yang kompeten dalam bidang yang saya kerjakan.

Itu saja cukup untuk perkenalan awalnya semoga bisa menjadi pengantar yang baik. untuk lebih kenal bisa di klik disini

Gracias, Nos vemos en el siguiente post


 

30
Nov

Pengalaman

   Posted by: Firdaus Muttaqin   in Uncategorized

Bicara masalah TIK dizaman sekarang berarti berbicara mengenai apa yang ada dalam hidup kita saat ini. Kenapa bisa dikatakan seperti itu karena pada dasarnya kehidupan kita saat ini sangat didukung oleh penggunaan TIK atau ICT.

Saya sendiri pertama belajar dan mendekati apa yang namanya TIK itu waktu SD karena ada kerabat yang mengajak kursus computer gratis. SAmpai sekarang pada akhirnya saya tidak bisa lepas dari apa yang namanya teknologi.

Waktu berjalan, maka perkembangan TIK ini semakin pesat mulai lahir apa yang kita sebut sebagai internet. Dan luar biasanya internet ini di pakai oleh anak – anak sampai orang yang sudah berumur. Pengalaman yang paling tidak bisa dilupakan adalah saat mulai meluasnya penggunaan Social Media seperti facebook, twitter, Friendster, YM dll. Dari sanalah dimulai membuat account pribadi lalu mengirimkan pertemanan, dari sana mulai timbul interaksi sesame pengguna sosmed itu sampai akhirnya ada yang berpacaran, juga ada yang bermusuhan akibat adanya social media ini.

Tetapi, disisi lain keberadaan social media merupakan pengalaman yang sangat berharga untuk pribadi saya sendiri.

Sebenarnya banyak sekali pengalaman saya dalam penggunaan TIK atau ICT ini, tetapi karena terlalu banyak saya bingung harus menyampaikan yang mana, dan mungkin teman – teman semua juga memiliki pengalaman dalam penggunaan ICT ini dan pengalaman itu lebih menarik dari pengalaman saya.

 

26
Nov

Hello world!

   Posted by: Firdaus Muttaqin   in Uncategorized

Welcome to Blog Civitas UPI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!